Tuesday, 22 February 2011

Nasi Goreng Seafood Beras Merah


Bahan Membuat Nasi Goreng Seafood Beras Merah :
  • 500 gram nasi merah
  • 25 gram udang kupas, sisakan ekor, kerat punggungnya
  • 2 buah cumi kecil, kupas, potong ring
  • 80 gram wortel, potong dadu
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1/2 sendok makan kecap ikan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1 sendok makan minyak sayur untuk menumis
Cara Membuat Nasi Goreng Seafood Beras Merah :
  1. Tumis bawang putih sampai harum. Sisihkan di pinggir wajan. Masukkan telur, aduk sampai berbutir.
  2. Tambahkan udang dan cumi. Aduk sampai berubah warna
  3. Masukkan wortel. Aduk sampai layu. Tambahkan nasi merah, kecap ikan, garam, merica bubuk, kaldu ayam bubuk, dan daun bawang. Masak sambil diaduk sampai matang.
Sumber : Majalah Sedap, Edisi 9 /XI/2010

Tahu-Tempe Bacem



Bahan Bahan Membuat Tahu Tempe Bacem :
  • 1 buah tahu putih yang besar, dipotong 8 bagian
  • 300 gram tempe, dipotong 4 x 4 cm
  • 2 batang serai, dimemarkan
  • 60 gram gula merah, disisir halus
  • 3 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, dimemarkan
  • 1 sendok teh garam
  • 500 ml air kelapa
Bumbu Halus Tahu Tempe Bacem :
  • 1 sendok teh ketumbar, sangrai
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
Cara Membuat Tahu Tempe Bacem :
  1. Aduk bumbu halus, tahu dan tempe.
  2. Tuang air kelapa, daun salam, serai, lengkuas dan garam
  3. Rebus sampai air terserap
  4. Goreng sebentar
Untuk 10 porsi
Sumber : Sedap Sekejap, Aneka Tumpeng dan Kreasinya

Salad Wortel




Bahan-bahan untuk Masakan Salad Wortel :
  • 50 g wortel, parut halus
  • 50 g lettuce, iris halus
Bahan Dressing Salad Wortel :
  • 1 sdt minyak jagung, untuk menumis
  • 1 sdm bawang bombay cincang
  • 1 sdm bawang putih cincang
  • 1 sdm gula pasir
  • 10 g gula merah
  • 1 lembar daun jeruk
  • 3 buah cabai rawit iris halus
  • 50 c air asam jawa
  • Garam dan terasi secukupnya
Cara Membuat Salad Wortel :
1. Pertama Membuat Dressing, Cara Membuat Dressing Salad Wortel :
2. Panaskan minyak tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan daun jeruk, gula merah, gula pasir, garam, kecap, terasi, dan air asam jawa.
3. Aduk aduk hingga kental lalu masukkan cabai rawit. Aduk rata, angkat dan gunakan.
4. Berikutnya, atur sayuran di piring saji, siram atasnya dengan dressing dan hidangkan.

Nilai Energi dan Zat Gizi :
Energi 149,4 kkal
Protein 1,5 g
Lemak 5,3 g
Karbohidrat 25,0 g
Serat 2,5 g
PUFA 2,9 g
Koelsterol 0,1 mg



How to Slim Without Stress



TAK boleh makan ini, tak boleh makan itu, berolahraga, menghitung kalori. Semua upaya itu terkadang membuat kita merasa tertekan dalam berkomitmen menjalani program diet. Bisa-bisa bukannya merasa senang, kita malah stres.
Lalu bagaimana cara agar kita tetap bisa menjalani program diet tanpa merasa dibatasi dan tertekan? Berikut cara yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari eHow.com: 

1. Bentuklah pola pikir bahwa Anda ingin sehat dengan memakan makanan sehat. Bila Anda hanya terpaku pada diet, Anda berpotensi akan gagal karena itu bisa membuat Anda sendiri menjadi tertekan. Terus memikirkan diet justru malah bisa membuat Anda ingin makan lebih banyak.

2. Sesekali jeda dari diet sebenarnya tak masalah. Bila teman-teman ingin memesan pizza, Anda boleh kok mencomot 1 potong saja. Namuan ingat jangan kelepasan dengan mengambil satu potong lagi. Tahan diri Anda.

3. Begitu pula jangan takut untuk meminta alternatif. Seperti contoh kasus di atas, Anda bisa meminta kepada teman yang memesan pizza supaya juga memesan salad untuk Anda. Itu tentu akan lebih menyehatkan daripada pizza.

4. Jika teman-teman atau keluarga ingin pergi ke restoran untuk makan malam, jangan malu untuk memberikan usul restoran dengan makanan yang tak hanya lezat, tapi juga sehat. Coba berikan saran restoran dengan menu yang bervariasi sehingga Anda bisa memilih makan yang sehat, dan anggota keluarga yang lain juga bisa memesan menu kesukaan mereka masing-masing.

5. Upayakan agar selalu memilih makanan sehat yang rendah lemak. Contohnya susu rendah lemak dan keju rendah lemak. Pilih juga yang rendah kalori, seperti roti gandum bukan roti putih biasa.

6. Batasi porsi makan Anda. Boleh saja memakan makanan yang kurang sehat, tapi dalam porsi yang sedikit saja lalu imbangi dengan banyak makanan sehat.

7. Olahraga tentu termasuk salah satu program diet. Tak perlu memaksakan diri dengan berada di gym seharian. Lakukan saja olahraga santai seperi jogging bersama teman-teman. Selain menyehatkan karena kalori yang terbakar, Anda akan merasa senang.

Work with the Biggest Depression Risk

APA sajakah profesi yang ternyata memiliki risiko depresi terbesar? Berikut 5 di antaranya. Namun, bila Anda memiliki salah satu profesi di bawah, bukan berarti Anda mesti berganti karier.

"Ada aspek-aspek tertentu dari setiap pekerjaan yang dapat berkontribusi atau memperburuk depresi," kata Deborah Legge PhD, penasihat kesehatan jiwa dari Buffalo, seperti dikutip dari Shine.com. "Orang-orang dengan tingkat stres kerja yang tinggi sebenarnya memiliki kesempatan lebih besar untuk mampu mengelolanya bila mereka mampu mengurus diri sendiri dan mendapatkan bantuan dari orang lain." Berikut kesepuluh profesi tersebut:

1. Perawat Pribadi
Ini merupakan pekerjaan dengan risiko stres tertinggi. Rutinitas harian mereka meliputi memberi makan, memandikan, dan merawat serta memerhatikan pasien. Sang pasien yang biasanya adalah orang lansia maupun anak-anak terkadang tak memiliki kemampuan untuk membalas kebaikan mereka atau sekadar mengekspresikan rasa terima kasih. "Itulah yang membuat pekerjaan ini terasa begitu sulit karena terlalu sering melihat orang tak berdaya, tapi ia sendiri tidak mendapatkan adanya dorongan atau motivasi positif dari oarng lain," kata psikolog Christopher Willard dari Tufts University.

2. Pekerja Kesehatan
Ini meliputi dokter, perawat, terapis, dan pekerja medis lainnya. Mereka yang bekerja di rumah sakit biasanya memiliki jam kerja yang tak pasti dan dalam waktu lama. Keharusan untuk senantiasa memerhatikan pasien sering kali membuat mereka lupa untuk memperhatikan diri sendiri. Tak pelak, stres pun bisa dengan mudah melanda mereka.

"Setiap hari mereka mesti melihat orang yang sakit, trauma, dan kematian. Tak hanya itu, mereka pun harus berurusan dengan keluarga pasien," kata Willard. "Sepertinya yang mereka lihat kebanyakan adalah kesedihan."

3. Artis dan Penulis
Pekerjaan di atas pada umumnya memiliki penghasilan tak menentu, jam kerja tak pasti, dan kemungkinan terisolasi. Orang yang kreatif mungkin juga memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi, terutama pada pria. "Satu hal yang paling menonjol dari profesi ini adalah penyakit bipolar atau gangguan jiwa," kata Legge.

4. Guru
Sekian hari, tuntutan kepada pengajar semakin semakin bertambah saja. Banyak pula yang merasa tak puas dengan kerja guru, terutama di sekolah, dan memutuskan untuk mengikutsertakan anak mereka untuk homeschooling.

"Ada banyak tekanan dan tuntutan, baik dari orang tua, anak-anak, dan lembaga pendidikan yang ingin meningkat standar kualitas pengajaran," kata Willard. "Ini bisa menyulitkan para guru untuk dalam melakukan pekerjaan dan merek pun kembali berpikir alasan semula mereka berkecimpung dalam profesi ini."

5. Penasihat Keuangan dan Akuntan
Stres. stres, dan stres. Banyak orang tidak suka berurusan dengan tabungan pensiun mereka sendiri. Jadi bisa Anda bayangkan bagaimana rasanya menangani jutaan atau miliaran uang untuk orang lain?

"Begitu besar tanggung jawab yang diemban dalam mengelola keuangan orang lain," kata Legge. "Ada pula rasa bersalah karena terlibat. Ketika klien yang kehilangan uang, mereka sudah punya seseorang untuk disalahkan."

Throw Emotions in the Workplace

Kondisi hati yang buruk bisa merusak performa di kantor. Alhasil, produktivitas menjadi tidak maksimal dan Anda bisa mendapat teguran dari atasan.

Merasa sedih atau marah sesekali tanpa atau dengan alasan yang jelas memang wajar saja terjadi. Sekeras apa pun upaya Anda untuk selalu berpikiran positif, hari-hari kelabu tetap saja bisa menghadang di depan mata.

Emosi yang fluktuatif tersebut dapat menjadi semacam racun, yang bukan hanya berdampak buruk terhadap kesehatan melainkan juga terhadap pekerjaan. Lantas, bagaimana cara menghadapinya?

Mengeset ulang pola pikir
Segala hal tergantung pada perspektif, termasuk perasaan Anda. Oleh karena itu, biarkan diri melihat dunia dalam cahaya baru. Dengan perhatian terfokus, Anda dapat mengubah pikiran untuk membuat perubahan positif dalam hidup.

Tetapkan tujuan untuk menghentikan sirkuit lama yang memperkuat rasa takut dan amarah. Sebaliknya, arahkan perhatian Anda ke sesuatu yang baru dan positif.

Menggunakan imajinasi
Penelitian sekarang menunjukkan, meski pun Anda hanya membayangkan diri terlibat dalam suatu kegiatan, Anda dapat menciptakan hubungan syaraf yang terkait dengan mempelajari hal itu, tanpa benar-benar melakukannya.

Fokuskan perhatian pada emosi positif untuk membuat jaringan perasaan sejahtera, bahagia, percaya, dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, hari kerja Anda pun akan terasa lebih menyenangkan sekaligus meningkatkan kualitas hidup Anda.

Mengistirahatkan pikiran
Belajarlah untuk bermeditasi. Sisihkan waktu 10 menit ketika bekerja untuk menenangkan pikiran. Penelitian menunjukkan, meditasi tidak hanya mengubah struktur otak Anda, melainkan juga membantu membuat dan mengekspresikan emosi secara lebih positif.