PENYELEWENGAN finansial barangkali menjadi fenomena terbaru dalam pernikahan. Survei terkini menemukan, sebanyak 31 persen orang Amerika yang telah menggabungkan keuangannya, berbohong pada pasangan mereka tentang uang. Sedangkan sepertiga orang dewasa lainnya mengaku merasa ditipu.
Jajak pendapat online ini digagas ForbesWoman dan National Endowment for Financial Education (NEFE) lewat Harris Interactive, yang melakukan survei terhadap 2.019 orang dewasa AS dari 17-21 Desember 2010. Di antara pelaku dan korban, tindakan kecurangan yang dilakukan menyangkut uang termasuk menyembunyikan uang, pembelian kecil, serta tagihan.
Sementara itu, sejumlah besar orang mengaku menyembunyikan pembelian besar, memiliki rekening bank rahasia, serta berbohong tentang utang atau penghasilan mereka.
''Sepertiga dari penduduk mengaku tidak jujur terhadap pasangan mereka. Itu merupakan angka yang besar. Ketidakjujuran ini menyebabkan kerusakan signifikan pada hubungan,'' ujar kepala eksekutif NEFE Ted Beck, seperti dikutip situs forbeswoman.com.
Di antara pasangan yang terkena dampak penyelewengan keuangan, sebanyak 67 persen mengatakan penipuan tersebut menyebabkan pertengkaran. Sedangkan 42 persen mengatakan hal itu menyebabkan berkurangnya kepercayaan dalam hubungan.
Akan tetapi, yang paling mengkhawatirkan adalah 16 persen responden mengatakan kebohongan tentang uang itu menyebabkan perceraian. Sedangkan 11 persen lainnya mengatakan masalah itu berujung pada perpisahan.
''Pengkhianatan tentang uang bisa sama menyakitkan dan merusak seperti jenis kecurangan lain,'' kata Tina Tessina, psikoterapis dan penulis 'Money, Sex and Kids: Stop Fighting about the Three Things That Can Ruin Your Marriage.' Menurutnya, jika terungkap, kebohongan itu bisa mengakibatkan kehilangan kepercayaan total, perasaan dikhianati dan rusaknya hubungan.
Nah, berikut ini adalah sejumlah tanda mencurigakan apakah pasangan berbohong soal uang :
Mengubah topik
Menurut terapis keluarga Carleton Kendrick yang berbasis di Boston, waspadai pola perilaku pasangan yang dapat menjadi sinyal ketidakjujuran. Jika pasangan cepat mengubah subjek atau tidak ingin membicarakan uang, katanya, hal itu merupakan bendera merah. Sebab, ia mungkin menyembunyikan sesuatu atau memiliki masalah emosional yang mendalam soal uang.
Bersikap defensif
Kendrick juga menyarankan untuk memperhatikan intonasi dan reaksi emosional pasangan terhadap pertanyaan sederhana yang Anda ajukan soal uang. Jika ia berbohong saat Anda menanyakan masalah dasar, pasangan mungkin memperlihatkan respon berlebihan seperti amarah, sikap defensif, dan balik menyalahkan.
Kontrol penuh
Pengacara keluarga Nancy Chemtob mengatakan, banyak kliennya yang tidak tahu sedikit pun soal kondisi finansial mereka, karena membiarkan pasangannya memegang kontrol penuh terhadap keuangan. Akan menjadi lebih mudah untuk berbohong soal utang dan pengeluaran, jika salah satu pihak tidak dilibatkan dalam mengurus keuangan. Bel peringatan harusnya berbunyi jika Anda meminta pasangan untuk berbagi tanggung jawab keuangan, dan ia bersikeras menolak dan menanganinya sendiri. Siapa tahu, ada sesuatu dalam tagihan yang ia tidak ingin Anda lihat.
Berbohong tentang uang
Kendrick merekomendasikan untuk memerhatikan tingkah laku pasangan di awal hubungan, untuk mengukur filsafat keuangannya. Jika ia tak segan berbohong pada orang lain tentang uang, hal itu menjadi peringatan bahwa pasangan mungkin juga tak segan berbohong kepada Anda.
Besar pasak dari pada tiang
Salah satu tanda lain yang harus diwaspadai tentang kecurangan finansial, adalah jika pasangan menghambur-hamburkan lebih banyak uang daripada yang dihasilkannya. Bukan tak mungkin apabila ia diam-diam memiliki kartu kredit rahasia atau utang yang disembunyikan.
Sumber : www.mediaindonesia.com

No comments:
Post a Comment